Senin, 17 November 2014

Makalah Perbandingan Pendidikan Jepang 2013

Tugas Kelompok Oleh Najia, Lisna, Aini
Sumber dari tulisan ini dari berbagai macam sumber jadi kalo ada kutipan yang belum tercantum mohon dimaklumi (khilaf). thanks semoga bermanfaat

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang

Jepang merupakan negara maju diberbagai bidang kehidupan seperti : politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dll. Kemajuan-kemajuan yang dimiliki Jepang tentu saja mempengaruhi sarana dan prsarana serta kualitas pendidikan yang ada di negara tersebut. Sejarah membuktikan bahwa pendidikan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Yunani, Jerman, serta negara-negara maju lainnya membangun kemajuan bangsa dengan memprioritaskan pendidikan yang ada di negaranya dimana negara berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta menghargai terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan.[1]
Bagi negara Jepang pendidikan merupakan alat yang berperan sangat penting guna meningkatkan Sumber Daya Manusia. Dimana kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan karena mampu menentukan kualitas Sumber Daya Manusia pada suatu negara itu sendiri. Pendidikan diharapkan mampu mengembangkan kemampuan dan watak setiap individu di tengah peradaban bangsa. Jepang dianggap unggul dalam memajukan pendidikan yang ada di negaranya dimana Jepang terpilih sebagai negara dengan kualitas dan sistem pendidikan terbaik se-Asia dan tercatat sejak tahun 1970 negara Matahari Terbit ini mampu mengemban setiap tujuan-tujuan pendidikan yang telah dicanangkannya hanya dalam kurun waktu 25 tahun.

B.       Rumusan Masalah
1.        Bagaimana sistem yang diterapkan pada pendidikan di negara Jepang?
2.        Bagaimana jenjang pendidikan formal, tujuan pendidikan, serta kurikulum yang ada di negara Jepang?

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Kurikulum  Pendidikan Jepang
Pembuatan kurikulum pendidikan Jepang diawasi oleh The Board of Education yang terdapat pada tingkat perfectur dan munipal.  Karena kedua lembaga ini masih terkait erat dengan MEXT, maka pengembangan kurikulum Jepang masih sangat kental sifat sentralistiknya.  Namun rekomendasi yang dikeluarkan oleh Central Council for Education (chuuou shingi kyouiku kai) pada tahun 1997 memungkinkan sekolah berperan lebih banyak dalam pengembangan kurikulum di masa mendatang.
Beberapa hal berikut harus diperhatikan ketika sekolah menyusun kurikulumnya :
1.        Mengacu kepada standar kurikulum nasional
2.        Mengutamakan keharmonisan pertumbuhan jasmani dan rohani siswa
3.        Menyesuaikan dengan lingkungan sekitar
4.        Memperhatikan step perkembangan siswa
5.        Memperhatikan karakteristik course pendidikan/jurusan pada level SMA.
Secara garis besar penyusunan kurikulum sekolah adalah sebagai berikut :
1.        Menetapkan tujuan sekolah
2.        Mempelajari standar kurikulum, dan korelasinya dengan tujuan sekolah
3.        Menyusun course wajib dan pilihan untuk SMP dan SMA
4.        Mengalokasikan hari efektif sekolah dan jam belajar.[2]

Peraturan pendidikan di Jepang terbagi menjadi dua periode, yaitu sebelum dan sesudah perang Dunia II. Sebelum perang dunia II, kebijakan pendidikan yang berlaku adalah salinan naskah kekaisaran tentang pendidikan (Imperial Rescript on Education). Para leluhur kaisar terdahulu telah membangun kekaisaran dengan basis nilai yang luas dan kekal, serta menanamkannya secara mendalam dan kokoh.[3]
Pendidikan adalah prioritas. Hal ini bisa dibuktikan, menurut beberapa sumber, setelah Jepang porak poranda akibat dibom oleh sekutu ketika Perang Dunia II, Kaisar Hirohito bukanlah menanyakan berapa jumlah tentara yang masih hidup, melainkan menanyakan ”berapa jumlah guru yang masih hidup”. Jelaslah menunjukkan bahwa pemerintah Jepang mulai saat itu tidak lagi menyenangi peperangan, tetapi pendidikan adalah utama. Kiat ini dibuktikan sampai sekarang bahwa Jepang tidak mempunyai tentara. Pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan.
Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II (PD II) banyak memberikan dorongan pada bangsa Jepang untuk mencurahkan perhatiannya pada bidang pendidikan. kebijakan pendidikan berdasar atas hak asasi manusia, jaminan kebebasan berfikir, kebebasan beragama, kebebasan akademik, dan hak bagi semua orang untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan kemampuan mereka. Pada bulan Maret 1947 melalui Peraturan Pendidikan Nasional (School Education Law) ditetapkan susunan dasar pendidikan keseluruhan atas dasar 6-3-3-4 beserta tujuan khusus pada tiap jenjangnya.[4]


B.       Sistem Pendidikan Di Negara Jepang
Perlu kita ketahui bahwa sistem pendidikan Jepang dibangun atas dasar prinsip-prinsip:
1.        Legalisme : Pendidikan di Jepang tetap mengendepankan aturan hukum dan melegalkan hak setiap individu untuk memperoleh pendidikan tanpa mendiskriminasikan siapapun, suku, agama, ras, dan antar golongan berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
2.        Adminstrasi yang Demokratis : Negara memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk memperoleh pendidikan dengan biaya yang masih terjangkau oleh masyarakatnya. Biaya pendidikan Jepang di usahakan untuk bisa dijangkau sesuai keuangan masyarakatnya, memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi ataupun kurang mampu.
3.        Netralitas : Pendidikan Jepang diberikan kepada setiap siswa dengan tingkat     pendidikan masing-masing dengan mengedepankan pandangan persamaan derajat setiap siswanya tanpa membeda-bedakan latar belakang materil, asal-usul keluarga, jenis kelamin, status sosial, posisi ekonomi, suku, agama, ras, dan antar golongan.
4.        Penyesuaian dan penetapan kondisi pendidikan : Dalam proses pengajaran memiliki tingkat kesulitan masing-masing yang disesuaikan dengan tingkatan-tingkatan pendidikan yang ditempuh.
5.        Desentralisasi :  Penyebaran kebijakan-kebijakan pendidikan dari pemerintah pusat secara merata kepada seluruh sekolah yang ada dinegara tersebut sehingga perkembangan dan kemajuan sistem pendidikan sehingga dapat diikuti dengan baik.[5]
Tujuan-tujuan yang menjadi target yang ingin dicapai pendidikan Jepang yaitu:
1.        Mengembangkan kepribadian setiap individu secara utuh.
2.        Berusaha keras mengembangkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik pikiran maupun jasmani.
3.        Mengajarkan kepada setiap siswa agar senantiasa memelihara keadilan dan kebenaran.
4.        Setiap siswa dididik untuk selalu menjaga keharmonisan dan menghargai terhadap lingkungan sosialnya
5.         Setiap siswa dituntut untuk disiplin, menghargai waktu, dan memiliki etos kerja.
6.        Pengembangan sikap bertanggungjawab terhadap setiap pembebanan pelajaran dan tugas yang diberikan kepada siswa sesuai dnegan tingkat pendidikannya masing-masing.
7.        Meningkatkan semangat independen setiap siswa untuk membangun negara dan menjaga perdamaian dunia.[6]
Pendidikan Jepang terdiri atas sistem 6-3-3-4 dimana siswa wajib mengemban :
1.        6 tahun Sekolah Dasar (Shōgakkō)
Bertujuan untuk menyiapkan anak menjadi warga yang sehat, aktif menggunakan pikiran, dan mengembangkan kemampuan pembawaannya. Pada Sekolah Dasar, murid-murid akan diajarkan bahasa Jepang, pengenalan lingkungan hidup, musik, menggambar, olahraga, kerajinan tangan, pelajaran-pelajaran topik, ilmu-ilmu sains, aritmatik, homemaking, dan sosial. Pada pelajaran mengenai ilmu sosial murid-murid Sekolah Dasar ini diberikan pendidikan moral, berpartisipasi dalam aktivitas sosial, dll. Pada Sekolah Dasar dipimpin oleh seorang guru kelas yang menguasai seluruh mata pelajaran yang akan diajarkan kepada para siswanya.
2.        3 tahun Sekolah Menengah Pertama (Chūgakkō)
Bertujuan untuk mementingkan perkembangan kepribadian siswa, kewargaannegaraan, dan kehidupan dalam masyarakat serta mulai diberikan kesempatan bekerja. Murid SMP diajarkan pendidikan bahasa Jepang, bahasa Inggris, bahasa asing, ilmu-ilmu sosial, matematika, sains, musik, kesehatan, pendidikan jasmani, seni, industri, kesejahtraan keluarga, homemaking. Semua pelajaran tersebut diberikan pada hari-hari berbeda dalam seminggu tanpa ada pengulangan mata pelajaran yang sama dalam seminggu. Pada pelajaran mengenai ilmu sosial murid-murid SMP juga diberikan pendidikan moral, berpartisipasi dalam aktivitas sosial, dll. Setiap mata pelajaran di kelas dipimpin oleh guru-guru yang berbeda sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Untuk pendidikan wajib (SD dan SMP) tidak dikenakan biaya apapun terkecuali untuk biaya makan siang, kunjungan lapangan, tamasya, dan alat tulis menjadi tanggungan orang tua murid masing-masing.[7]
3.        3 tahun Sekolah Menengah Atas (Koutougakkou)
Bertujuan untuk menyiapkan siswa masuk perguruan tinggi dan memperoleh keterampilan kerja. Untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat SMA setiap calon siswa harus mengikuti ujian saringan masuk pada SMA tujuan masing-masing. Karena ujian tersebut dikatakan cukup sulit makan setiap calon siswa yang akan mengikuti ujian saringan masuk disarankan untuk mengikuti bimbingan belajar di sebuah lembaga khusus seperti di juku atau yobiko untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan siswa pada tes saringan masuk menuju jenjang SMA.
4.        4 tahun atau lebih untuk jenjang Perguruan Tinggi (Daigaku).
Perguruan Tinggi harus berperan secara potensial dalam mengembangkan pikiran liberal dan terbuka bagi siapa saja, bukan pada sekelompok orang. Ada tiga jenis pendidikan pada Perguruan Tinggi Jepang:
a.         Universitas
       Pada universitas terdapat pendidikan untuk menempuh gelar sarjana S1 bergelar Bachelor’s Degree ditempuh selama 4 tahun (untuk mahasiswa kedokteran dan dokter gigi menempuh pendidikan selama 6 tahun) dan Pascasarjana S2 Master’s Degree ditempuh selama 2 tahun dan S3 Doctor’s Degree ditempuh selama 5 tahun.
b.        Junior College
       Membutuhkan waktu sekitar tiga hingga 4 tahun masa pendidikan bagi para lulusan SMA. Junior College cukup memenuhi setengah dari kredit yang harus ditempuh Bachelor’s Degree. Calon-calon mahasiswa Universitas dan Junior College dipilih berdasarkan hasil ujian serta prestasi calon-calon mahasiswa ketika berada di SMA. Untuk universitas negri calon-calon mahasiswa dipilih berdasarkan dua tahap penyeleksian yaitu tes gabungan kecakapan dan ujian masuk universitas sebagai tahap akhir penyeleksian.
C.       Technical College
Dapat diambil bagi calon mahasiswa yang tamat pendidikan SMP. Technical College menghasilkan lulusan-lulusan tenaga teknisi.
Bagi mahasiswa asing disajikan lima jenis pemilihan pendidikan yaitu :
1.        Program Sarjana : Ditempuh selama 4 tahun seperti pendidikan pada universitas reguler umumnya sedangkan jurusan kedokteran harus menempuh pendidikan selama 6 tahun.
2.        Pascasarjana : Terdiri atas program Master, Doktor, Mahasiswa Peneliti (mahasiswa yang diizinkan selama satu semester ataupun 1 tahun melakukan penelitian tanpa memperoleh gelar), Mahasiswa Pendengar, dan Pengumpul Kredit mata kuliah.
3.        Diploma : Menempuh pendidikan selama 2 tahun. 60% dari program ini diperuntukkan bagi pelajar perempuan dan mengajarkan bidang-bidang seperti kesejahteraan keluarga, sastra, bahasa, kependidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
4.        Special Training Academy : Merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan bidang-bidang khusus seperti ketrampilan dalam membuka usaha dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dengan lama pendidikan 1-3 tahun.
5.        Sekolah Kejuruan : Program khusus bagi tamatan SMP dengan masa pendidikan 5 tahun dengan tujuan menghasilkan teknisi-teknisi yang handal dan mau mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan tuntutan zaman.
Sistem admistrasi pendidikan dibangun atas empat tingkatan yaitu :
1.        Sistem administrasi pusat
2.        Sistem administrasi prefectural (Provinsi dan Kabupaten)
3.        Sistem administrasi municipal (Kabupaten dan Kecamatan)
4.        Sistem administrasi sekolah.
Masing-masing sistem administrasi tersebut memiliki tingkatan dan perananya dan kewenangannya masing-masing untuk saling mengisi dan berkerjasama dalam mengatur setiap sistem administrasi pada pendidikan Jepang. Di samping itu terjalin kohesi yang baik antara pemerintah, kepala sekolah, guru, murid dan orang tua sehingga dukungan terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan berlangsung dengan baik.
Karakteristik lain dari bangsa Jepang yang mendorong bangsa ini maju adalah:
1.        Pertama, orang Jepang menghargai jasa orang lain. Hal ini dibuktikan dengan ringannya mereka dalam mengatakan arigatoo (terima kasih) ketika mendapat bantuan orang lain dan tidak menganggap remeh jerih payah orang lain walaupun bantuan itu tidak seberapa.
2.        Kedua, orang Jepang menghargai hasil pekerjaan orang lain, dilambangkan dengan ucapan otsukaresamadehita (maaf, Anda telah berusaha payah).
3.        Ketiga, perlunya setiap orang harus berusaha, dilambangkan dengan ucapan ganbatte kudasai (berusahalah).
4.        Keempat, orang Jepang punya semangat yang tidak pernah luntur, tahan banting dan tidak mau menyerah oleh keadaan, yang terkenal dengan semangat bushido (semangat kesatria).
Dari karakteristik yang disebutkan di atas, Jepang mampu menjaga martabat dan kualitas hidup bangsanya lewat pendidikan. Pendidikan pada hakikatnya adalah sesuatu yang luhur karena di dalamnya mengandung misi kebajikan dan mencerdaskan. Pendidikan bukanlah sekedar proses kegiatan belajar mengajar saja, melainkan sebagai proses penyadaran untuk menjadikan manusia sebagai ”manusia” bukanlah seolah-olah manusia dijadikan ”jagung” atau ”padi” yang setiap enam bulan sekali diganti metode ”penanamannya”,  apabila bagus dilanjutkan dan sebaliknya bila jelek ditinggalkan.


D.      Hasil Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Prof Sutrisno, Pendidikan di Jepang memiliki filosofis/ ideologi tersendiri, karena Jepang memiliki julukan Negara Matahari. Julukan inilah yang menjadi filosofis pendidikan di jepang yang berarti negara yang mampu menerangi dunia. Karena julukan ini pula jepang merasa SDM adalah prioritas utama dan diutamakan. Mengetahui pentingnya SDM ini maka berpengaruh pula pada pendidikan yang lebih di fokuskan kepada pendidik dan peserta didik. Lain halnya dengan pendidikan di Indonesia yang memprioritaskan dokumen semata.
Sistem sekolah hanya memiliki 4 akademik saja yakni : IPA, IPS, BAHASA, dan Keterampilan. Sekolah secara akademik dimulai dari pagi hingga sore, kemudian dilanjutkan dengan materi pengembangan bakat dan minat seperti musik, olahraga dan sebagainya. Di Jepang bekerja menjadi suatu hobi, tidak seperti di Indonesia. Inilah salah satu faktor yang membuat jepang menjadi salah satu negara maju. Kekurangan dari pendidikan di Jepang adalah :
a)        Kurangnya keseimbangan antara kebutuhan Jasmani dan Rohani
b)        Lebih mementingkan pekerjaan
c)        Bunuh diri menjadi satu-satunya solusi
Adapun Kelebihan pendidikan di jepang adalah;
a)        Langsung kepada praktik kehidupan
b)        Moral langsung praktik
c)        Belajar dari kehidupan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan keahlian.
Jepang juga menganggap bahwa semakin bagus pendidikannya semakin bagus pula kehidupannya. Syarat kelulusan disana menggunakan riset. Kejujuran dijadikan karakter utama dan paling utama. Anak sekolah disana tabu jika pulang sore hari, maka mereka lebih senang bekerja dan belajar. Masukan untuk pendidikan di Indonesia :

a)        Memperbaiki diri sendiri
b)        Kembali ke ajaran Islam baik secara Praksis maupun praktis.
c)        Menggunakan strategi Doing dan Real Experiment

BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Tujuan pendidikan Jepang lebih mengarah pada pengembangan kepribadian individu secara utuh, menanamkan jiwa yang bebas dan bertanggungjawab, bertoleransi untuk menghargai antar individu. Dapat ditarik kesimpulan bahwa prinsip pendidikan yang ada di negara Jepang lebih bersifat  humanis bekaitan dengan kehidupan sehari-hari dan ilmunya benar-benar real dapat diaplikasikan dan dibutuhkan di kehidupan nyata.
Pendidikan wajib yang diberikan secara gratis di negara tersebut menandakan bahwa pemerintahan disana memang amat memperdulikan Sumber Daya Manusia di negaranya dan menjadi bukti bahwa sistem administrasi negara Jepang memang berjalan dengan baik dan bertanggungjawab terhadap pemenuhan kebutuhan negaranya termasuk memfasilitasi sarana dan prasarana yang bermutu dalam proses belajar menagajar. Budaya disiplin waktu dan kerja keras negara Jepang yang sejak dahulu diajarkan dari leluhur-leluhur mereka selalu mereka tanamkan di dalam kehidupan sehari-hari turut berpengaruh pada kemajuan negara ini.
Kesuksesan dari negara maju inilah yang patut kita contoh bagi negara kita dimana harus ada kerjasama yang baik antar berbagai sistem yang ada di negara terutama sistem pendidikan yang kaitannya dengan peningkatan kualitas manusia. Apabila sistem-sistem tersebut berjalan dengan baik maka kemajuan suatu negara akan tercapai dan yang teramat penting perlu adanya pembinaan moral yang baik dalam setiap individu-individu suatu negara karena awal dari kesuksesan diawali dari karakteristik pribadi suatu bangsa.

DAFTAR PUSTAKA

Nur, Hamzah. Potret Pendidikan di Jepang Sebagai Konsep Pencerahan Pendidikan, Jurnal MEDTEK, Volume 2, Nomor 1, April 2010.

http://vicke.blogdetik.com/2009/10/31/kurikulum-jepang/, Diunduh : pada 9 Mei 2013, pukul 19.18 WIB.


Kintoko, Retno. 2007. The Power of Ethos. http://training-ethos.blogspot.com/ Diunduh : pada tanggal 9 Mei 2013, pukul 08.23 WIB.

NN. 2010. Sistem Pendidikan Jepang. http://yardapoteker.wordpress.com/2010/03/15/sistem-pendidikan-jepang/, Diunduh : pada tanggal 5 Mei 2013, pukul 2.35 WIB.

Syarwi, Pangi. 2011. Comperative Sistem Pendidikan Jepang Dengan Indonesia. http://pangisyarwi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=58:comperative-sistem-pendidikan-jepang-dengan-indonesia&catid=8:makalah&Itemid=103, diunduh pada 27 Februari 2013 pukul 22.00 WIB



[1] NN, Sistem Pendidikan Jepang, http://yardapoteker.wordpress.com/2010/03/15/sistem-pendidikan-jepang/, Diunduh : pada tanggal 5 Mei 2013, pukul 2.35 WIB.
[2] http://vicke.blogdetik.com/2009/10/31/kurikulum-jepang/, Diunduh : pada 9 Mei 2013, pukul 19.18 WIB
[3]Pangi Syarwi,  Comparative Sistem  Pendidikan Jepang, http://pangisyarwi.com/index.php/option=com_content&view=article&id=58:comperative-sistem, diunduh pada 27 Februari 2013
[4] Hamzah Nur, Potret Pendidikan di Jepang Sebagai Konsep Pencerahan Pendidikan, Jurnal MEDTEK, Volume 2, Nomor 1, April 2010
[5] Retno Kintoko, The Power of Ethos, http://training-ethos.blogspot.com/2007/12/sistem-pendidikan-di-jepang.html, Diunduh : pada tanggal 9 Mei 2013, pukul 08.23 WIB

[7] NN, Sistem Pendidikan Jepang, http://yardapoteker.wordpress.com/?s=SISTEM+PENDIDIKAN+JEPANG, Diunduh pada tanggal 9 Mei 2013, pukul 08.58 WIB dengan sedikit perubahan.

1 komentar: